Anti Rayap Dari Daun Sirsak

Pemanfaatan daun sirsak untuk anti rayap..?? Kenapa tidak. Anti rayap alami diperoleh dari daun sirsak dan berbagai umpan untuk mengendalikan hama rayap. Daun sirsak ini di ekstrak dan di campur dengan umpan rumah rayap sanggup untuk mengendalikan rayap. Berikut artikel selengkapnya :

(Anti Rayap) : Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang secara ekonomi sangat merugikan. Rayap yang pada mulanya berfungsi sebagai pengurai dari sisa-sisa tumbuhan menjadi bahan organik yang berguna, sekarang menjadi salah satu hama perusak yang harus diperhitungkan keberadaannya. Penggunaan insektisida nabati yang dimodifikasi dengan berbagai jenis umpan dapat digunakan untuk mengendalikan rayap. Pemanfaatan daun sirsak  dapat digunakan untuk mengendalikan rayap pada area pertamanan ataupun area pemukiman karena disamping efektif juga sangat mudah cara aplikasinya.

(Anti Rayap) : Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa ekstrak daun sirsak dengan dicampur dengan umpan rumah rayap dapat mengendalikan rayap dengan tingkat mortalitas yang tinggi daripa pada dicampur dengan umpan kertas tisu dan umpan serbuk gergaji.

PENDAHULUAN 

(Anti Rayap) : Rayap merupakan salah satu jenis serangga dalam ordo Isoptera yang tercatat ada sekitar 200 jenis dan baru 179 jenis yang sudah teridentifikasi di Indonesia. Beberapa jenis rayap di Indonesia yang secara ekonomi sangat merugikan karena menjadi hama adalah tiga jenis rayap tanah/subteran (Coptotermes curvignathus Holmgren, Macrotermes gilvus Hagen, serta Schedorhinotermes javanicus Kemner) dan satu jenis rayap kayu kering (Cryptotermes Cynocephalus Light). Tiap tahun kerugian akibat serangan rayap di Indonesia tercatat sekitar Rp 224 miliar-Rp 238 miliar (Kurnia Wiji, 2004).

(Anti Rayap) : Rayap yang pada mulanya berfungsi sebagai pengurai dari sisa-sisa tumbuhan menjadi bahan organik yang berguna, sekarang  menjadi salah satu hama perusak yang harus diperhitungkan keberadaannya. Serangga ini memang tidak mengenal kompromi dan melihat kepentingan manusia, dengan merusak mebel, buku-buku, kabel-kabel listrik, telepon, serta barang-barang yang disimpan (Proyeksi, 2005).

(Anti Rayap) : Jika dibandingkan biaya yang dikeluarkan  untuk mencegah perkembangan rayap dengan berbagai anti rayap dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian kayu untuk kusen, pintu, jendela, dan konstruksi plafon/atap, maka biaya  menghambat dan mencegah rayap sangat kecil.

(Anti Rayap) : Namun demikian semua itu akan menjadi sangat murah jika hal tersebut dilakukan sebelum mendapat serangan rayap. Mengapa ? Karena jika dilakukan sebelum muncul serangan rayap, hanya akan terbebani oleh biaya bahan pengendali/anti rayap  saja. Seandainya pengendalian rayap dilakukan setelah mendapat serangan rayap, maka harus  mengeluarkan biaya perbaikan/renovasi terhadap kerusakan yang telah terjadi. Bebas dari serangan rayap berarti aktivitas tidak akan terganggu.

(Anti Rayap) : Mengapa tidak mengantisipasi serangan rayap sedini mungkin daripada dibuat pusing kemudian? Mencegah lebih murah dari pada membasmi (Proyeksi, 2005).  Untuk Senyawa kimia bahan-bahan alami juga diketahui relatif lebih ramah lingkungan dibanding dengan senyawa-senyawa sintetik. Namun demikian, bahan-bahan alami sebagai agens pengendali serangga hama masih sangat terbatas. Sementara itu kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan setiap tahunnya diperkirakan 35%, baik itu serangan yang diakibatkan oleh serangga hama maupun organisme lainnya.

Sumber : www.bkp2medan.karantina.deptan.go.id/34-artikel/331-pemanfaatan-daun-sirsak-dan-berbagai-jenis-umpan-untuk-mengendalikan-hama-rayap-di-laboratorium.html

Semoga bermanfaat. Untuk ANTI RAYAP & BASMI RAYAP BERGARANSI KLIK DI SINI

Sifat anti rayap zat ekstraktif beberapa jenis kayu daun lebar tropis

Pengembangan Anti Rayap terus dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk akademisi. Sifat anti rayap zat ekstraktif dari berbagai jenis kayu daun lebar telah di teliti, berikut hasil penelitiannya :

The using of conventional wood preservatives would be facing a big problem from the environmental dimension. Therefore the development of the new type of preservatives will be one of the most social demanded subject. One of the new type of preservatives which can be examined from the tropical forest is wood extractives which has toxicity to the termite and fungal attack. The aim of this study is to evaluate the antitermitic properties of extractives from some tropical hardwoods to the termite attack of Coptotermes curvignathus Holmgren.

The heartwood of samples were converted into woodmeals in a Willey mill with 40 – 60 mesh screen, and air-dried to about 15 % of moisture content. Acetone extracts solution obtained from wood sample was successively fractionated into n-hexane, ethyl ether, and ethyl acetate soluble fractions. Each fraction was then subjected to the antitermite bioassay tests.

The antitermite bioassay test showed that n-hexane fraction of Sonokembang wood, n-hexane fraction from Ebony wood, and the insoluble fraction of Torem wood are very toxic to the termite of C. curvignathus. The chemical identification by using GCMS showed that from n-hexane fraction of Sonokembang wood three compounds were identified, while from n-hexane fraction of Ebony wood and insoluble fraction of Torem wood were five compounds and three compounds, respectively.

Berita selengkapnya boleh dibaca ke sumber langsung.

Sumber : www.i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=4706

ANTI RAYAP TUNTAS KLIK DI SINI