Anti Rayap di Gedung Pemerintahan Pemprov DKI

Baru – baru ini gubernur DKI, Joko Widodo mengeluarkan Pergub tentang pentingnya Anti rayap.  Anti Rayap  diperlukan untuk mencegah kerusakan gedung-gedung milik pemerintah DKI.  Program anti rayap ini sebagai respon atas banyaknya gedung milik pemerintah yang rusak akibat rayap. Berikut adalah artikel anti rayap yang dimaksud :

Lantaran banyak gedung milik Pemerintah Provinsi DKI yang cepat rusak, Gubernur DKI Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang pedoman penanggulangan bahaya rayap pada gedung milik Pemprov DKI.

Pergub Nomor 35 tahun 2013 tersebut mewajibkan semua gedung milik DKI, mulai dari kantor-kantor, sekolah, sarana olahraga, sarana social, sarana kesehatan, dan lainnya menerapkan pencegahan rayap.

Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Wiriyatmoko mengatakan, Pergub ini dibuat untuk menjaga keamanan aset yang juga milik masyarakat agar terjaga dengan baik dan mampu bertahan dalam waktu lama.

Selain untuk keamanan konstruksi gedung, juga untuk pengamanan arsip, yang terbuat dari kertas dan serat kayu, sebab arsip ini tidak bisa diganti dengan uang, apalagi dokumen penting,” ujarnya dalam acara sosialisasi Pergub di gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (17/9).

Dikatakan Wiriyatmoko, peraturan ini menjadi pembuka pelaksanaan pengamanan gedung di Jakarta. ”Dimulai dari gedung milik pemerintah, nanti akan kita susun Perda untuk semua bangunan di Jakarta,” ujar mantan Kepala Dinas Tata Ruang DKI ini. Menurutnya, seringkali kasus atap sekolah rusak, atau kantor Kelurahan, hingga gedung olahraga rusak terjadi karena rayap, bukan salah konstruksi.

Sebenarnya rayap sangat berguna untuk proses dkomposting, namun karena kita membangun di habitat alami rayap, sehingga ekosistem mereka terganggu, unutk itu kita harus melindungi bangunan,” ujarnya dihadapan puluhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BUMD peserta sosialisasi.

Dalam Pergub tersebut, penanggulangan rayap dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum konstruksi pembangunan dan setelah konstruksi. Setiap gedung pemerintah, wajib memiliki sertifikat bebas rayap dan garansi yang dikeluarkan perusahaan pengendalian rayap yang ditunjuk.

Pergub juga menyebutkan penggunaan bahan anti rayap yakni Termitsida harus mendapat izin dari Komisi Pestisida RI. Sedangkan pelaksanaan pengendalian Kualitas penanggulangan bahaya rayap dilakukan oleh DInas Perumahan dan Gedung Pemda, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jakarta, serta Biro Sarana Prasarana Kota DKI.

Kepala Biro Sarana Prasarana Kota DKI Jakarta, Irvan Amtha menambahkan, selama ini banyak bangunan yang belum lama dibangun namun sudah rusak karena rayap.

Rayap bukan Cuma merusak kayu, dan arsip bentuk kertas, tapi juga menyebabkan korosif atau karat, dan kebakaran akibat kabel listrik yang terbungkus sarang rayap,” jelasnya. Ia menuturkan, SKPD dapat mengajukan anggaran untuk penanggulangan rayap ini dalam APBD. Sehingga diharapkan terjadi efisiensi dan efektifitas biaya pemeliharaan gedung milik pemerintah.

Anti Rayap di Kampung Artis 0817849366

Kami pernah mengerjakan anti rayap di rumah kampung artis, Cipayung, Jakarta Timur. Tidak mengherankan di kampung artis rayap juga banyak. Rayap tidak mengenal apakah itu kampung artis atau bukan. Di saat rayap menggerogoti kayu, saat itulah anti rayap menjadi sangat penting. Bahkan ketika kita bangun rumah, mulai dari pondasi harus sudah di anti rayap untuk pencegahan.

Anti rayap kali ini di rumah yang semua kusen jendela dan pintunya terbuat dari kayu jati. Banyak orang mengira, apabila terbuat dari kayu jati rayap sudah tidak mau makan. Justru kali ini rayap tidak pandang bulu. Rayap tetap makan kusen-kusen tersebut. Apalagi kayu jati yang masih muda.

Rayap akan makan kayu jati tersebut dari bagian bawah terlebih dahulu atau dari sisi dalam. kusen pintu yang langsung menempel di lantai atau tertanam sedikit ke dalam lantai, akan lebih cepat terkena rayap. Seperti rumah di kampung artis ini. Anti Rayap di lakukan dibagian kayu jati yang terserang rayap bagian bawah dan bagian dalam kayu jati.

Cara anti rayap di rumah kampung artis ini dilakukan dengan cara menyemprot bagian kusen kayu yang terkena rayap. Bertujuan untuk mematikan rayap pekerja secara cepat dan tepat sasaran. Di sisi kanan dan kiri tembok juga di anti rayap dengan cara injeksi menggunakan obat anti rayap yang berkualitas dan aman.

Anti Rayap metode injeksi. Lubang terlihat mulus tanpa cacat. Tidak merusak lantai. Lantai tidak retak sedikit pun. Diameter lubang hanya 6 mm. Setelah di injeksi, Lubang tersebut di tutup lagi dan rapih kembali.

Injeksi anti rayap di sekeliling tembok akan membentuk penghalang obat anti rayap di sepanjang tembok tersebut. Bertujuan agar rayap tidak naik kembali ke lantai satu dan dua. Dan untuk mematikan rayap yang ada di dalam tanah. Karena rayap tidak bisa naik dan rayap bisa mati kelaparan. Full proofing anti rayap di rumah kampung artis tersebut.

Sifat anti rayap zat ekstraktif beberapa jenis kayu daun lebar tropis

Pengembangan Anti Rayap terus dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk akademisi. Sifat anti rayap zat ekstraktif dari berbagai jenis kayu daun lebar telah di teliti, berikut hasil penelitiannya :

The using of conventional wood preservatives would be facing a big problem from the environmental dimension. Therefore the development of the new type of preservatives will be one of the most social demanded subject. One of the new type of preservatives which can be examined from the tropical forest is wood extractives which has toxicity to the termite and fungal attack. The aim of this study is to evaluate the antitermitic properties of extractives from some tropical hardwoods to the termite attack of Coptotermes curvignathus Holmgren.

The heartwood of samples were converted into woodmeals in a Willey mill with 40 – 60 mesh screen, and air-dried to about 15 % of moisture content. Acetone extracts solution obtained from wood sample was successively fractionated into n-hexane, ethyl ether, and ethyl acetate soluble fractions. Each fraction was then subjected to the antitermite bioassay tests.

The antitermite bioassay test showed that n-hexane fraction of Sonokembang wood, n-hexane fraction from Ebony wood, and the insoluble fraction of Torem wood are very toxic to the termite of C. curvignathus. The chemical identification by using GCMS showed that from n-hexane fraction of Sonokembang wood three compounds were identified, while from n-hexane fraction of Ebony wood and insoluble fraction of Torem wood were five compounds and three compounds, respectively.

Berita selengkapnya boleh dibaca ke sumber langsung.

Sumber : www.i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=4706

ANTI RAYAP TUNTAS KLIK DI SINI

 

Antirayap Dari Kulit Biji Saga

Penemuan obat antirayap alami di temukan kembali. Antirayap ini dihasilkan dari ekstrak kulit biji Saga. Sifat antirayap ekstrak kulit biji Saga ini selengkapnya di laporkan dalam tulisan berikut :

The wood was easy degradated by termites so old age wood become decreased. Controlling of termites could done by used preservative plants by the nature of saga seed husk (Adenanthera pavonina L). This research aimed to know saga seed husk extract rate and percentage of heavy degradation of test example, level toxic of shallot husk extract based on value of mortality and termites consumption level value. Research done by extracting sample with methanol and partitioned with n-Hexane. Concentrated extract 2%, 4%, and 6% was used the toxicity test of the termite Coptotermes curvignathus.

The Results showed that saga seed husk extract content is 15.82%. Mortality of termite baiting with 6% concentration was happened in the day of 5 respectively, mortality in 2% and 4% was happened in the day 6 while the control concentration was happened in the day of 12. There was tendency of saga seed husk extract concentration excelsior hence progressively /repository.usu.ac.id/handle/123456789/33603lower the percentage lost weight of cellulose paper and rate of consumption of termites.

The percentage lost weight of cellulose paper about 3,88%–11,04%, mortality rate on different concentration reach 100 % and rate of consumption of termite is 0,26–0,73mg. Thereby concentration 6% was better evaluated from mortality, the percentage lost weight of cellulose paper and rate of consumption of termites.

sumber :  www.repository.usu.ac.id/handle/123456789/33603

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP DAN OBAT BASMI RAYAP KILK DI SINI

Obat Anti Rayap dari Limbah Briket

Obat anti rayap dari limbah ditemukan lagi.  Kali ini limbah briket yang diolah jadi obat anti rayap. Selanjutnya mungkin akan bermunculan obat anti rayap dari limbah lain. Berikut kami ambil cuplikan dari sumbernya :

Anti Rayap) : Asap-cair merupakan bahan cair yang dihasilkan dari pembakaran terkontrol kayu-kayuan atau bagian tanaman lainnya bersifat antimikrobial. Asap diartikan sebagai suatu suspensi partikel-partikel padat dan cair dalam medium gas. Produksi asap cair merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna yang melibatkan reaksi dekomposisi karena pengaruh panas, polimerisasi, dan kondensasi. Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional asap cair, diantaranya adalah sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur.

Anti Rayap berasal dari Asap Cair yang telah didistilasi selama 4 jam. Kemudian melakukan uji keefektivan pada hasil distilasi (mula-mula, destilat dan bottom produk). Kesimpulan dari inovasi produk yang telah dilakukan adalah Komponen asap cair yang berperan sebagai anti rayap yaitu fenol dan formaldehid yang bersifat antioksidan. Pada uji analisa anti rayap variabel suhu 3000C lebih efektif melindungi kayu dari rayap dibandingkan suhu 4000C. Asap cair dapat digunakan untuk melindungi kayu dari rayap dengan berbagai perlakuan (mula-mula, destilat dan bottom product).

Berita selengkapnya silahkan baca di sumber : www.digilib.its.ac.id/ITS-Nondegree-3100010041106/13715

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI

Anti Rayap dihasilkan dari PENGOLAHAN LIMBAH Bungkil Jarak

Terobosan baru lagi, anti rayap bisa dihasilkan dari pengolahan limbah. Inovasi anti rayap ini dihasilkan dari limbah bungkil jarak. Yuk, kita Simak penemuan anti rayap dari limbah : BOGOR (Lampost): Sebuah riset menemukan bahwa limbah sisa pengolahan minyak tanaman jarak (Jatropha curcas L) bermanfaat sebagai antirayap.

(Anti Rayap) : Riset dilakukan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Reza Ramadhan, belum lama ini.

(Anti Rayap) : Penelitian difokuskan pada sisa pengolahan minyak jarak yaitu bungkil jarak. Menurut Reza Ramadhan, rayap merupakan salah satu faktor perusak bangunan, komponen kayu dalam rumah, buku, arsip, dokumentasi, serta beberapa jenis tanaman pertanian atau perkebunan.

(Anti Rayap) : Rayap adalah sekelompok serangga yang memiliki kemampuan mencerna selulosa, yaitu produk alam yang banyak terdapat pada kayu, daun, batang, kertas, dan karton.

(Anti Rayap) : Untuk mengatasi serangan rayap, manusia berupaya melakukan pengendalian, tapi sebagian besar pengendalian rayap didominasi penggunaan bahan kimia (termitisida).

(Anti Rayap) : Pemilihan bungkil jarak berdasarkan hasil penelitian bahwa bungkil yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak jarak mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tapi juga mengandung racun yang cukup kuat. Racun tersebut dapat dalam bentuk risin atau risimin alkaloid.

(Anti Rayap) : Risin dan risimin alkaloid termasuk ke dalam senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis terhadap organisme lain atau pada organisme yang menghasilkan senyawa tersebut. Senyawa bioaktif hampir selalu toksis pada dosis tinggi.

Artinya, tanaman jarak yang selama ini dimanfaatkan bijinya untuk menghasilkan minyak jarak dan bioetanol, maka ampas atau bungkil biji jarak pun bisa dimanfaatkan sebagai antirayap.

sumber: Lmpungpost.com/index.php/agrobisnis/19428

Kertas Anti Rayap di Temukan Siswa SMA

Sukses siswa SMA temukan kertas Anti Rayap. Kertas Anti Rayap ini merupakan terobosan baru buat anda yang Anti Rayap. Berikut berita tentang kertas Anti Rayap yang mereka temukan : Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah berhasil membuat kertas yang tahan rayap. Penemuan mereka ini berhasil memenangkan juara kedua Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 43 tahun 2011, yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Penemuan ini, menurut Marwah, terpacu oleh sebuah pengalaman yang kurang menyenangkan. Suatu hari, dia menemukan akta kelahiran kakaknya ternyata telah rusak dimakan rayap.

“Karena di tempat kami kertas yang dimakan rayap merupakan hal lumrah, kami mencari tahu bagaimana supaya kertas tidak dimakan rayap,” imbuh Efa, di acara penyambutan delegasi Internasional Science and Engineering Fair (ISEF) 2012, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

(Anti Rayap) : Berangkat dari situ, mereka mendengar ada LKIR dari LIPI dan turut serta dalam ajang tersebut. Kemudian mereka menggali lebih dalam cara membuat kertas anti rayap melalui informasi dari berbagai literatur, internet serta pembimbing mereka dalam ajang LKIR. Mereka pun menemukan bahwa ekstrak daun sirsak bisa digunakan untuk membuat kertas anti rayap.

(Anti Rayap) : Selain menggunakan ekstrak daun sirsak, mereka juga memilih sisa-sisa jerami padi sebagai bahan pembuatan kertas. Alasannya, di daerah tempat tinggal mereka, di Malingping, masih banyak jerami padi yang bisa dimanfaatkan.

(Anti Rayap) : Ekstrak daun sirsak mereka dipilih karena bisa berfungsi sebagai insektisida alami yang aman bagi organisme bukan sasaran dan tidak merusak lingkungan. Ini bisa menggantikan timbal merah yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam pembuatan kertas. Timbal merah ini cenderung beracun dan berbahaya bagi tubuh manusia.Selain memenangkan LKIR LIPI, Efa dan Marwah pun berhasil ditunjuk menjadi peserta ISEF 2012 yang diselenggarakan Intel.

(Anti Rayap) : Mereka tidak berhasil menggondol gelar juara dari ajang internasional tersebut, namun bersama dua delegasi lain berhasil lolos seleksi untuk tampil di sana. Delegasi tersebut adalah Muhammad Luthfi Nurfakhri yang membuat Digital Leaf Color Chart, kemudian Aulia Azka Januarika, Anas Mufid Nurrochman dan Amelia Nugrahaningru yang membuat konsep Volcanic Mudflow Breaker DAM.

sumber: www.ceritamu.com

Giat kembangkan technologi Antirayap

Giat kembangkan technologi Antirayap seorang prof yang bernama Dr.Ir. H. Dodi Nandika. MS, Pria kelahiran Rangkasbitung (Banten) 49 tahun silam yang dikenal sebagai ahli rayap. Dosen IPB sejak 25 tahun yang lalu menjadi peneliti rayap. Ia mengungkapkan, ada 200 jenis rayap di Indonesia dan lima persen diantaranya menjadi musuh manusia. Bangunan sekokoh apa pun bisa lapuk gara-gara rayap. Namun, ancaman itu bisa dicegah dengan antirayap. Selain merugikan, ternyata banyak jenis rayap yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bisa diceritakan seperti apa, sih, ciri-ciri binatang rayap?

(Anti Rayap) : Rayap termasuk jenis serangga yang besar tubuhnya cuma sekitar 3 mm. Selain lunak, jalannya sangat lambat. Namun, rayap termasuk binatang purba karena sudah ada sejak 200 juta tahun silam, atau lebih tua dari manusia. Rayap sendiri memiliki tiga kelompok. Yaitu rayap kayu kering, rayap pohon, dan rayap tanah. Pada musim tertentu, rayap menjadi laron dan beterbangan di bawah sinar lampu secara berpasang-pasangan. Setelah melepas sayapnya, pasangan rayap itu melakukan perkawinan dan mencari lokasi untuk membuat koloni.

Bisakah diketahui berapa banyak rayap yang mendiami suatu wilayah?

(Anti Rayap) : Dengan teknologi penandaan (marking), dapat diketahui sebaran dan kecepatan serangan rayap pada satu wilayah. Hasil penelitian kami di daerah kampus IPB Darmaga, misalnya, untuk luas wilayah 295 meter persegi saja, populasi rayap mencapai 610 ribu. Namun, di Jakarta bisa mencapai 1,7 juta! Sedang jarak jelajah maksimal 118 meter.

Berapa banyak kayu yang dibutuhkan setiap rayap perhari?

(Anti Rayap) : Berat tubuh rayap sekitar 2,5 miligram. Sedangkan satu ekor rayap memerlukan makanan sekitar 0,24 miligram setiap hari. Sekarang tinggal menghitung saja, berapa kilogram kayu yang diperlukan satu koloni rayap per hari.

Kalau begitu sangat besar kerugian yang ditimbulkan?

(Anti Rayap) : Taksiran kami, kerugian akibat rayap pada tahun 1998 hanya untuk bangunan rumah tinggal mencapai 1,6 trilyun. Itu pun yang dihitung hanya kayu. Belum termasuk tenaga kerja dan ongkos untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkan.

Apakah rayap hanya memakan kayu?

(Anti Rayap) : Memang makanan pokok rayap adalah kayu. Dari 4000 jenis kayu yang ada di Indonesia, hanya sekitar 10 persen yang tahan terhadap rayap. Misalnya kayu ulin, merbau, sengon laut, kayu laut. Kayu jati termasuk tahan rayap, tapi tidak sebaik kayu ulin. Sayangnya, kayu-kayu yang tahan rayap ini selain langka juga mahal harganya. Itu sebabnya, yang paling menderita oleh serangan rayap adalah masyarakat menengah ke bawah.

Kenapa kayu tersebut tahan rayap?

(Anti Rayap) : Karena dalam kayu-kayu tersebut memiliki zat ekstraktif yang bersifat racun bagi jamur dan rayap. Sebetulnya semua kayu memiliki zat tersebut. Hanya saja, zat itu bisa habis tercuci oleh bahan pelarut umum. Misalnya, air hujan, metanol, air panas, air dingin, alkohol dan sebagainya.

Apakah kita bisa terbebas dari rayap?

(Anti Rayap) : Tidak. Sebaliknya, jumlah rayap justru akan semakin bertambah. Pasalnya, pertambahan jumlah penduduk akan mengakibatkan jumlah rumah meningkat. Akibatnya, semakin banyak pula hutan yang dibuka untuk pemukiman. Padahal, hutan adalah habitat asli rayap. Karena tidak ada ranting sebagai bahan makanan, maka kusen pintu, jendela, sampai perabot rumah jadi sasaran.

Kalau begitu bagaimana cara melindungi kayu rumah dari serangan rayap?

(Anti Rayap) : Ada dua cara. Pertama, dinamakan perlakuan pra konstruksi. Yaitu ketika menggali lubang pondasi untuk membangun rumah, seluruh lubang beserta areal calon bawah lantai tersebut disemprot dengan cairan anti rayap. Kedua, disebut perlakuan pasca konstruksi. Artinya tindakan untuk rumah yang sudah diserang rayap. Dengan menggunakan bor beton, kita membuat lubang-lubang berjarak 40 – 50 cm di sekitar dinding luar dan dalam rumah. Selanjutnya, menggunakan injektor berisi cairan kimia, lubang tadi disemprot masing-masing 2 – 3 liter tiap lubang. Ibaratnya, rumah telah dilindungi anti rayap dengan selimut kimia.

Dari kedua cara tadi mana yang lebih baik?

(Anti Rayap) : Pengalaman menunjukkan, cara pra konstruksi memberikan hasil yang lebih baik. Cara kedua masih memberikan peluang 10 – 20 persen masuknya rayap ke dalam rumah. Mungkin saja masih ada bongkahan batu di bawah rumah yang mengganjal aliran cairan kimia tadi. Sehingga dari celah itu masih memungkinkan rayap masuk.

Bahan kimia apa yang digunakan?

(Anti Rayap) : Bermacam-macam bahannya. Salah satu bahan aktifnya adalah termetrin. Sedang daya tahannya biasanya berkisar antara 5 – 8 tahun. Selanjutnya perlu diinjeksi lagi. Namun begitu, kita perlu mengadakan pemeriksaan terhadap rayap enam bulan sekali. Sehingga kalau ada serangan dapat terpantau sejak awal. Misalnya, tetesan air di rumah yang mengenai tiang kayu. Kalau tidak terpantau kayu akan menjamur. Bau jamur inilah yang mengundang datangnya rayap.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menahan serangan rayap?

(Anti Rayap) : Rata-rata Rp 65 ribu per meter persegi. Memang relatif mahal mengingat bahan dan peralatannya masih impor. Sebenarnya, bahan-bahan tersebut nomor dua. Yang paling penting justru disain rumah harus bagus. Artinya bagus rancang bangunnya, pencahayaan, ventilasi, tidak lembap, juga tidak ada retakan pada pondasi maupun lantai. Serta dimana lokasi bangunan itu berada.

Kabarnya Anda juga tengah giat mengembangkan teknologi antirayap yang baru?

(Anti Rayap) : Benar. Namanya teknologi umpan rayap. Konsepnya bukan lagi meracuni rayap, tapi justru memberi makan. Caranya rayap diberi umpan berupa kertas atau bahan lain yang sudah diperkaya dengan semacam enzim yang mengandung hexafumuron. Fungsinya menghambat pembentukan kulit luar. Umpan ini diberikan terus menerus sampai semua rayap di koloni memakan umpan tadi. Akibatnya kulit baru yang terbentuk tidak bisa mengeras, malah retak. Akibatnya dia gagal membentuk kulit. Dalam 2 – 3 bulan, satu koloni itu akan mati.

Bila sampai musnah apakah justru tidak merusak ekosistem?

(Anti Rayap) : Memang benar. Makanya cara ini menjadi senjata akhir yang tidak akan digunakan semena-mena. Paling-paling digunakan untuk menjaga bangunan museum yang menyimpan benda-benda yang bernilai tinggi saja.

Oh ya, apakah semua tindakan di atas bisa dilakukan sendiri?

(Anti Rayap) : Pada prinsipnya siapa pun bisa melakukan. Hanya saja, semua bahan tadi, kan, beracun. Tidak semua orang mengerti bagaimana cara menggunakannya dengan aman. Idealnya dilakukan oleh profesional yang bersertifikat.

Adakah cara alamiah menghindari rayap?

(Anti Rayap) : Sebetulnya banyak pengetahuan konvensional dari orang tua. Namun, sekarang tak digunakan lagi karena dianggap tidak praktis. Misalnya dengan membuat lempengan aluminium dengan sudut tertentu. Lalu lempengan itu ditempatkan di bawah kusen. Dengan begitu, rayap tidak dapat lewat karena ciri rayap tidak suka jalan dengan tubuh terbalik.

Cara lainnya dengan menaburkan kapur gunung di areal tanah sebelum didirikan pondasi rumah. Dengan begitu tingkat keasaman tanah meningkat. Akibatnya, rayap tidak betah tinggal di sana. Atau bisa juga dengan merendam kayu yang akan dipakai untuk membangun rumah selama 4 ­ 6 bulan. Tujuannya untuk melarutkan zat-zat di dalam kayu yang dapat menarik minat rayap.

Menurut Anda sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap rayap?

(Anti Rayap) : Saya amati lima tahun belakangan ada gejala positif dalam masyarakat. Mereka berusaha melindungi bangunan dari gangguan rayap. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah perusahaan pengendalian hama. Bila semula jumlahnya hanya belasan, sekarang sudah ada ratusan. Karena produk bahan kimianya laku, maka jasa pengendalian rayap demikian juga.

Selain merugikan, apakah rayap juga bisa menguntungkan bagi kehidupan manusia?

(Anti Rayap) :  Dari 2500 jenis rayap di dunia, 200 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. 95 persen yang ada di Indonesia tadi justru sangat bersahabat dengan manusia. Mereka ini adalah jenis rayap yang makanannya kayu lapuk. Pohon-pohon yang sudah mati ini dimakan rayap. Lalu diubah menjadi zat hara tanah yang dapat menyuburkan. Bayangkan, kalau tidak ada rayap, tunggul kayu akan tetap menjadi tunggul. Begitu juga daun tidak bisa membusuk. Tanah menjadi miskin unsur hara karena tidak ada yang kembali ke tanah.

(Anti Rayap) : Karena rayap bisa menyuburkan lahan, maka rayap dapat dijadikan patokan kesuburan lahan. Artinya dari sebaran rayap di sebuah areal itu menggambarkan kesuburan lahan di tempat tersebut. Sedangkan lima persen rayap yang ada di Indonesia menjadi musuh manusia. Yaitu jenis Cryptotermes curvidnathas, Schedorhinotermes Javanica, Macrotermes gilvus, Cryptotermes cynocepha, dan Microtermes inspiparis. Jenis inilah yang banyak merusak bangunan dan isinya.

Apa hobi Anda di luar pekerjaan?

Hampir enggak ada. Hobi saya hanya membaca. Maka itu, uang saya habis untuk membeli buku.

Selain mengajar, apa kegiatan Anda?

Saya terlibat dalam dewan pakar Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten.

@Sumber : Nova online

KONSULTASI MASALAH RAYAP HOTLINE :

S U N A R T O

WA 0817849366, HP 085101564566 (telkomsel)

Tlp/Fax : 021-59407920