Giat kembangkan technologi Antirayap

Giat kembangkan technologi Antirayap seorang prof yang bernama Dr.Ir. H. Dodi Nandika. MS, Pria kelahiran Rangkasbitung (Banten) 49 tahun silam yang dikenal sebagai ahli rayap. Dosen IPB sejak 25 tahun yang lalu menjadi peneliti rayap. Ia mengungkapkan, ada 200 jenis rayap di Indonesia dan lima persen diantaranya menjadi musuh manusia. Bangunan sekokoh apa pun bisa lapuk gara-gara rayap. Namun, ancaman itu bisa dicegah dengan antirayap. Selain merugikan, ternyata banyak jenis rayap yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bisa diceritakan seperti apa, sih, ciri-ciri binatang rayap?

(Anti Rayap) : Rayap termasuk jenis serangga yang besar tubuhnya cuma sekitar 3 mm. Selain lunak, jalannya sangat lambat. Namun, rayap termasuk binatang purba karena sudah ada sejak 200 juta tahun silam, atau lebih tua dari manusia. Rayap sendiri memiliki tiga kelompok. Yaitu rayap kayu kering, rayap pohon, dan rayap tanah. Pada musim tertentu, rayap menjadi laron dan beterbangan di bawah sinar lampu secara berpasang-pasangan. Setelah melepas sayapnya, pasangan rayap itu melakukan perkawinan dan mencari lokasi untuk membuat koloni.

Bisakah diketahui berapa banyak rayap yang mendiami suatu wilayah?

(Anti Rayap) : Dengan teknologi penandaan (marking), dapat diketahui sebaran dan kecepatan serangan rayap pada satu wilayah. Hasil penelitian kami di daerah kampus IPB Darmaga, misalnya, untuk luas wilayah 295 meter persegi saja, populasi rayap mencapai 610 ribu. Namun, di Jakarta bisa mencapai 1,7 juta! Sedang jarak jelajah maksimal 118 meter.

Berapa banyak kayu yang dibutuhkan setiap rayap perhari?

(Anti Rayap) : Berat tubuh rayap sekitar 2,5 miligram. Sedangkan satu ekor rayap memerlukan makanan sekitar 0,24 miligram setiap hari. Sekarang tinggal menghitung saja, berapa kilogram kayu yang diperlukan satu koloni rayap per hari.

Kalau begitu sangat besar kerugian yang ditimbulkan?

(Anti Rayap) : Taksiran kami, kerugian akibat rayap pada tahun 1998 hanya untuk bangunan rumah tinggal mencapai 1,6 trilyun. Itu pun yang dihitung hanya kayu. Belum termasuk tenaga kerja dan ongkos untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkan.

Apakah rayap hanya memakan kayu?

(Anti Rayap) : Memang makanan pokok rayap adalah kayu. Dari 4000 jenis kayu yang ada di Indonesia, hanya sekitar 10 persen yang tahan terhadap rayap. Misalnya kayu ulin, merbau, sengon laut, kayu laut. Kayu jati termasuk tahan rayap, tapi tidak sebaik kayu ulin. Sayangnya, kayu-kayu yang tahan rayap ini selain langka juga mahal harganya. Itu sebabnya, yang paling menderita oleh serangan rayap adalah masyarakat menengah ke bawah.

Kenapa kayu tersebut tahan rayap?

(Anti Rayap) : Karena dalam kayu-kayu tersebut memiliki zat ekstraktif yang bersifat racun bagi jamur dan rayap. Sebetulnya semua kayu memiliki zat tersebut. Hanya saja, zat itu bisa habis tercuci oleh bahan pelarut umum. Misalnya, air hujan, metanol, air panas, air dingin, alkohol dan sebagainya.

Apakah kita bisa terbebas dari rayap?

(Anti Rayap) : Tidak. Sebaliknya, jumlah rayap justru akan semakin bertambah. Pasalnya, pertambahan jumlah penduduk akan mengakibatkan jumlah rumah meningkat. Akibatnya, semakin banyak pula hutan yang dibuka untuk pemukiman. Padahal, hutan adalah habitat asli rayap. Karena tidak ada ranting sebagai bahan makanan, maka kusen pintu, jendela, sampai perabot rumah jadi sasaran.

Kalau begitu bagaimana cara melindungi kayu rumah dari serangan rayap?

(Anti Rayap) : Ada dua cara. Pertama, dinamakan perlakuan pra konstruksi. Yaitu ketika menggali lubang pondasi untuk membangun rumah, seluruh lubang beserta areal calon bawah lantai tersebut disemprot dengan cairan anti rayap. Kedua, disebut perlakuan pasca konstruksi. Artinya tindakan untuk rumah yang sudah diserang rayap. Dengan menggunakan bor beton, kita membuat lubang-lubang berjarak 40 – 50 cm di sekitar dinding luar dan dalam rumah. Selanjutnya, menggunakan injektor berisi cairan kimia, lubang tadi disemprot masing-masing 2 – 3 liter tiap lubang. Ibaratnya, rumah telah dilindungi anti rayap dengan selimut kimia.

Dari kedua cara tadi mana yang lebih baik?

(Anti Rayap) : Pengalaman menunjukkan, cara pra konstruksi memberikan hasil yang lebih baik. Cara kedua masih memberikan peluang 10 – 20 persen masuknya rayap ke dalam rumah. Mungkin saja masih ada bongkahan batu di bawah rumah yang mengganjal aliran cairan kimia tadi. Sehingga dari celah itu masih memungkinkan rayap masuk.

Bahan kimia apa yang digunakan?

(Anti Rayap) : Bermacam-macam bahannya. Salah satu bahan aktifnya adalah termetrin. Sedang daya tahannya biasanya berkisar antara 5 – 8 tahun. Selanjutnya perlu diinjeksi lagi. Namun begitu, kita perlu mengadakan pemeriksaan terhadap rayap enam bulan sekali. Sehingga kalau ada serangan dapat terpantau sejak awal. Misalnya, tetesan air di rumah yang mengenai tiang kayu. Kalau tidak terpantau kayu akan menjamur. Bau jamur inilah yang mengundang datangnya rayap.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menahan serangan rayap?

(Anti Rayap) : Rata-rata Rp 65 ribu per meter persegi. Memang relatif mahal mengingat bahan dan peralatannya masih impor. Sebenarnya, bahan-bahan tersebut nomor dua. Yang paling penting justru disain rumah harus bagus. Artinya bagus rancang bangunnya, pencahayaan, ventilasi, tidak lembap, juga tidak ada retakan pada pondasi maupun lantai. Serta dimana lokasi bangunan itu berada.

Kabarnya Anda juga tengah giat mengembangkan teknologi antirayap yang baru?

(Anti Rayap) : Benar. Namanya teknologi umpan rayap. Konsepnya bukan lagi meracuni rayap, tapi justru memberi makan. Caranya rayap diberi umpan berupa kertas atau bahan lain yang sudah diperkaya dengan semacam enzim yang mengandung hexafumuron. Fungsinya menghambat pembentukan kulit luar. Umpan ini diberikan terus menerus sampai semua rayap di koloni memakan umpan tadi. Akibatnya kulit baru yang terbentuk tidak bisa mengeras, malah retak. Akibatnya dia gagal membentuk kulit. Dalam 2 – 3 bulan, satu koloni itu akan mati.

Bila sampai musnah apakah justru tidak merusak ekosistem?

(Anti Rayap) : Memang benar. Makanya cara ini menjadi senjata akhir yang tidak akan digunakan semena-mena. Paling-paling digunakan untuk menjaga bangunan museum yang menyimpan benda-benda yang bernilai tinggi saja.

Oh ya, apakah semua tindakan di atas bisa dilakukan sendiri?

(Anti Rayap) : Pada prinsipnya siapa pun bisa melakukan. Hanya saja, semua bahan tadi, kan, beracun. Tidak semua orang mengerti bagaimana cara menggunakannya dengan aman. Idealnya dilakukan oleh profesional yang bersertifikat.

Adakah cara alamiah menghindari rayap?

(Anti Rayap) : Sebetulnya banyak pengetahuan konvensional dari orang tua. Namun, sekarang tak digunakan lagi karena dianggap tidak praktis. Misalnya dengan membuat lempengan aluminium dengan sudut tertentu. Lalu lempengan itu ditempatkan di bawah kusen. Dengan begitu, rayap tidak dapat lewat karena ciri rayap tidak suka jalan dengan tubuh terbalik.

Cara lainnya dengan menaburkan kapur gunung di areal tanah sebelum didirikan pondasi rumah. Dengan begitu tingkat keasaman tanah meningkat. Akibatnya, rayap tidak betah tinggal di sana. Atau bisa juga dengan merendam kayu yang akan dipakai untuk membangun rumah selama 4 ­ 6 bulan. Tujuannya untuk melarutkan zat-zat di dalam kayu yang dapat menarik minat rayap.

Menurut Anda sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap rayap?

(Anti Rayap) : Saya amati lima tahun belakangan ada gejala positif dalam masyarakat. Mereka berusaha melindungi bangunan dari gangguan rayap. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah perusahaan pengendalian hama. Bila semula jumlahnya hanya belasan, sekarang sudah ada ratusan. Karena produk bahan kimianya laku, maka jasa pengendalian rayap demikian juga.

Selain merugikan, apakah rayap juga bisa menguntungkan bagi kehidupan manusia?

(Anti Rayap) :  Dari 2500 jenis rayap di dunia, 200 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. 95 persen yang ada di Indonesia tadi justru sangat bersahabat dengan manusia. Mereka ini adalah jenis rayap yang makanannya kayu lapuk. Pohon-pohon yang sudah mati ini dimakan rayap. Lalu diubah menjadi zat hara tanah yang dapat menyuburkan. Bayangkan, kalau tidak ada rayap, tunggul kayu akan tetap menjadi tunggul. Begitu juga daun tidak bisa membusuk. Tanah menjadi miskin unsur hara karena tidak ada yang kembali ke tanah.

(Anti Rayap) : Karena rayap bisa menyuburkan lahan, maka rayap dapat dijadikan patokan kesuburan lahan. Artinya dari sebaran rayap di sebuah areal itu menggambarkan kesuburan lahan di tempat tersebut. Sedangkan lima persen rayap yang ada di Indonesia menjadi musuh manusia. Yaitu jenis Cryptotermes curvidnathas, Schedorhinotermes Javanica, Macrotermes gilvus, Cryptotermes cynocepha, dan Microtermes inspiparis. Jenis inilah yang banyak merusak bangunan dan isinya.

Apa hobi Anda di luar pekerjaan?

Hampir enggak ada. Hobi saya hanya membaca. Maka itu, uang saya habis untuk membeli buku.

Selain mengajar, apa kegiatan Anda?

Saya terlibat dalam dewan pakar Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten.

@Sumber : Nova online

KONSULTASI MASALAH RAYAP HOTLINE :

S U N A R T O

WA 0817849366, HP 085101564566 (telkomsel)

Tlp/Fax : 021-59407920

(Anti Rayap) : Tentang Rayap

(Anti Rayap) : Rayap adalah serangga perusak kayu. Terdapat ratusan spesies tersebar di wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah yang paling bertanggungjawab atas kerusakan struktur bangunan atau material yang berbahan dasar kayu. Rayap Tanah (Coptotermes Curvignatus) adalah yang paling sering ditemui pada kerusakan kayu pada bangunan rumah.

(Anti Rayap) : Rayap tanah membangun koloni di dalam tanah. Dalam setiap koloni terdapat milyaran individu yang terbagi ke dalam kasta-kasta dengan tugas yang berbeda-beda.

(Anti Rayap) : Rayap Ratu dan Raja – Kasta Reproduksi Rayap Ratu dan Raja tugasnya hanya untuk bereproduksi. Ratu dapat bertahan hidup hingga 25 tahun dan menghasilkan jutaan telur. Telur-telur yang menetas akan menghasilkan kasta rayap lain. Ciri-ciri yang khas dari rayap ratu yaitu memiliki bentuk perut (abdomen) yang besar (hingga sebesar ibu jari) yang mengandung ribuan telur. Ratu ini tinggal di tengah-tengah sarang bersama Rayap Raja, hidup untuk makan dan bereproduksi.

(Anti Rayap) : Rayap Pekerja ini berjumlah ribuan dan hanya bertugas untuk mencari makan bagi koloninya. Jenis ini lah yang merusak struktur bangunan rumah Anda. Pekerja selalu bergerak vertikal hingga menemukan makanannya di luar sarang, dengan membangun jalur-jalur yang terbuat dari tanah. Mereka mengeluarkan cairan protein dari tubuhnya sehingga semua jalur yang dilalui rayap pekerja akan ditumbuhi jamur. Jamur-jamur ini dapat mensitesa benda apapun – seperti kayu – sehingga dapat menjadi lapuk. Rayap Pekerja mengambil makanannya (zat kayu atau cellulose) kemudian membawanya kembali ke sarang untuk memberikan makan pada sang Ratu.

(Anti Rayap) : Rayap Tentara Ini adalah kasta yang melindungi koloninya dari musuh alami yaitu semut. Rayap ini akan mengawal para pekerja dalam mencari makan. Ciri khas dari kasta tentara adalah memiliki kepala lebih besar berwarna gelap dan memiliki capit.

(Anti Rayap) : Laron Ini merupakan kasta reproduksi. Yaitu rayap bersayap yang terbang dan bereproduksi. Rayap ini sering muncul pada malam hari setelah turun hujan. Mereka akan membentuk pasangan-pasangan jantan dan betina, melepaskan sayapnya dan melangsungkan perkawinan untuk membentuk koloni baru. Setiap sepasang jantan dan betina akan membangun satu koloni baru. Maka dalam siklus hidup rayap akan terdapat banyak koloni yang tersebar di sekitar kita.

Penyebaran rayap lebih ditentukan oleh suhu dan curah hujan pada wilayah setempat. Tidak mengherankan apabila rayap juga ditemukan di dataran rendah tropis dan juga dataran tinggi.  Ada juga di pengunungan Amireka Latin dan Himalaya dengan ketinggian 3.000 m DPL. Ada juga yang mampu hidup yang beriklim panas seperti di India, Amerika Utara Karbia.

Untuk perilaku rayap menjadi perhatian kita.  Karena rayap memiliki mata buta tetapi memberikan efek penghancur yang luar biasa.  Rayap mampu mencerna serat kayu menjadi makanan.  Sedangkan manusia tidak dapat mencerna serat kayu. Hal ini disebabkan karena rayap mempunyai protozoa yang mengeluarkan enzim yang merngubah serat kayu menjadi makanan.

Siklus hidup rayap juga perlu diperhatikan.  Ada jenis rayap tertentu yang telur rayap akan menetas 8-11 hari setelah masa penetasan. Ada juga jenis rayap yang lain, telur dapat menetes 20-70 hari setelah masa penetasan.  Telur ini akan menjadi larva, larva menjadi rayap, rayap menjadi laron, laron menjadi ratu dan raja.

KONSULTASI MASALAH RAYAP HOTLINE :

S U N A R T O

WA 0817849366 (XL), HP 085101564566 (TELKOMSEL)

TLP/FAX 021-59407920