Rayap Bersarang di Dinding Rumah

Anti rayap dilakukan di dalam tembok karena rayap telah bersarang di dalam dinding rumah. Padahal dinding rumah ini terbuat dari bata merah yang kuat. Tetapi rayap mampu menembusnya bahkan bata merah jadi lapuk dan rayap bersarang di dalamnya.

Banyak orang tidak menyangka bahwa rayap dapat bersarang di dalam tembok. Rayap ini bersarang di sekitar stop kontak listrik. Awalnya, rayap keluar dari celah-celah stop kontak listrik. Setelah di bersihkan, ternyata rayap ini cepat sekali membentuk alur tanah di sekitar stop kontak listrik. Setelah stop kontak dibuka, ternyata terdapat rayap sampai ribuan ekor.

Anti rayap di aplikasikan di sekitar stop kontak listrik untuk segera mematikan rayap-rayap tersebut. Kemudian sarang rayap yang ada di dalam tembok di bersihkan agar rayap tidak bersarang kembali.

(Anti Rayap) : Gambar sarang rayap yang sudah dibersihkan. Rayap bersarang dan merusak tembok yang terbuat dari bata merah. Rayap bersarang di dalam tembok dekat stop kontak listrik. Wooww.. tidak terbayangkan sebelumnya oleh setiap orang !! Rayap mampu membuat sarang di dalam tembok batu bata. Lokasi gambar di Bekasi, salah satu pelanggan anti rayap kami.

 

Tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya.. rayap yang sekecil itu mampu menerobos dinding dan membuat sarang di dalam dinding. Secara umum, rayap hanya melewati dinding dan dapat mencapai lantai satu dan seterusnya. Akhirnya, rayap menyerang furniture yang ada di dalam rumah tersebut melalui dalam dinding. Hal ini yang harus di waspadai, karena rayap tidak terlihat tetapi langsung merusak furniture kita.

(Anti Rayap) Tembok terlihat rusak akibat rayap yang bersarang di dalam tembok batu bata. Batu bata sudah menjadi gundukan tanah di dalam tembok tersebut. Gambar di atas sudah bersih dari gundukan tanah.

Waspadalah dengan rayap ! rayap tidak bisa dianggap remeh. segeralah hubungi jasa anti rayap apabila rumah dan furniture anda terserang rayap.

(Anti Rayap) : Sebelah Kanan dan kiri stop kontak listrik di jadikan sarang rayap. Padahal tembok terbuat dari bata merah, bukan batako… bagaimana kalau tembok batako ?? tentu lebih rentan rayap.

Anti Rayap Dari Daun Sirsak

Pemanfaatan daun sirsak untuk anti rayap..?? Kenapa tidak. Anti rayap alami diperoleh dari daun sirsak dan berbagai umpan untuk mengendalikan hama rayap. Daun sirsak ini di ekstrak dan di campur dengan umpan rumah rayap sanggup untuk mengendalikan rayap. Berikut artikel selengkapnya :

(Anti Rayap) : Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang secara ekonomi sangat merugikan. Rayap yang pada mulanya berfungsi sebagai pengurai dari sisa-sisa tumbuhan menjadi bahan organik yang berguna, sekarang menjadi salah satu hama perusak yang harus diperhitungkan keberadaannya. Penggunaan insektisida nabati yang dimodifikasi dengan berbagai jenis umpan dapat digunakan untuk mengendalikan rayap. Pemanfaatan daun sirsak  dapat digunakan untuk mengendalikan rayap pada area pertamanan ataupun area pemukiman karena disamping efektif juga sangat mudah cara aplikasinya.

(Anti Rayap) : Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa ekstrak daun sirsak dengan dicampur dengan umpan rumah rayap dapat mengendalikan rayap dengan tingkat mortalitas yang tinggi daripa pada dicampur dengan umpan kertas tisu dan umpan serbuk gergaji.

PENDAHULUAN 

(Anti Rayap) : Rayap merupakan salah satu jenis serangga dalam ordo Isoptera yang tercatat ada sekitar 200 jenis dan baru 179 jenis yang sudah teridentifikasi di Indonesia. Beberapa jenis rayap di Indonesia yang secara ekonomi sangat merugikan karena menjadi hama adalah tiga jenis rayap tanah/subteran (Coptotermes curvignathus Holmgren, Macrotermes gilvus Hagen, serta Schedorhinotermes javanicus Kemner) dan satu jenis rayap kayu kering (Cryptotermes Cynocephalus Light). Tiap tahun kerugian akibat serangan rayap di Indonesia tercatat sekitar Rp 224 miliar-Rp 238 miliar (Kurnia Wiji, 2004).

(Anti Rayap) : Rayap yang pada mulanya berfungsi sebagai pengurai dari sisa-sisa tumbuhan menjadi bahan organik yang berguna, sekarang  menjadi salah satu hama perusak yang harus diperhitungkan keberadaannya. Serangga ini memang tidak mengenal kompromi dan melihat kepentingan manusia, dengan merusak mebel, buku-buku, kabel-kabel listrik, telepon, serta barang-barang yang disimpan (Proyeksi, 2005).

(Anti Rayap) : Jika dibandingkan biaya yang dikeluarkan  untuk mencegah perkembangan rayap dengan berbagai anti rayap dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian kayu untuk kusen, pintu, jendela, dan konstruksi plafon/atap, maka biaya  menghambat dan mencegah rayap sangat kecil.

(Anti Rayap) : Namun demikian semua itu akan menjadi sangat murah jika hal tersebut dilakukan sebelum mendapat serangan rayap. Mengapa ? Karena jika dilakukan sebelum muncul serangan rayap, hanya akan terbebani oleh biaya bahan pengendali/anti rayap  saja. Seandainya pengendalian rayap dilakukan setelah mendapat serangan rayap, maka harus  mengeluarkan biaya perbaikan/renovasi terhadap kerusakan yang telah terjadi. Bebas dari serangan rayap berarti aktivitas tidak akan terganggu.

(Anti Rayap) : Mengapa tidak mengantisipasi serangan rayap sedini mungkin daripada dibuat pusing kemudian? Mencegah lebih murah dari pada membasmi (Proyeksi, 2005).  Untuk Senyawa kimia bahan-bahan alami juga diketahui relatif lebih ramah lingkungan dibanding dengan senyawa-senyawa sintetik. Namun demikian, bahan-bahan alami sebagai agens pengendali serangga hama masih sangat terbatas. Sementara itu kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan setiap tahunnya diperkirakan 35%, baik itu serangan yang diakibatkan oleh serangga hama maupun organisme lainnya.

Sumber : www.bkp2medan.karantina.deptan.go.id/34-artikel/331-pemanfaatan-daun-sirsak-dan-berbagai-jenis-umpan-untuk-mengendalikan-hama-rayap-di-laboratorium.html

Semoga bermanfaat. Untuk ANTI RAYAP & BASMI RAYAP BERGARANSI KLIK DI SINI

Sifat anti rayap zat ekstraktif beberapa jenis kayu daun lebar tropis

Pengembangan Anti Rayap terus dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk akademisi. Sifat anti rayap zat ekstraktif dari berbagai jenis kayu daun lebar telah di teliti, berikut hasil penelitiannya :

The using of conventional wood preservatives would be facing a big problem from the environmental dimension. Therefore the development of the new type of preservatives will be one of the most social demanded subject. One of the new type of preservatives which can be examined from the tropical forest is wood extractives which has toxicity to the termite and fungal attack. The aim of this study is to evaluate the antitermitic properties of extractives from some tropical hardwoods to the termite attack of Coptotermes curvignathus Holmgren.

The heartwood of samples were converted into woodmeals in a Willey mill with 40 – 60 mesh screen, and air-dried to about 15 % of moisture content. Acetone extracts solution obtained from wood sample was successively fractionated into n-hexane, ethyl ether, and ethyl acetate soluble fractions. Each fraction was then subjected to the antitermite bioassay tests.

The antitermite bioassay test showed that n-hexane fraction of Sonokembang wood, n-hexane fraction from Ebony wood, and the insoluble fraction of Torem wood are very toxic to the termite of C. curvignathus. The chemical identification by using GCMS showed that from n-hexane fraction of Sonokembang wood three compounds were identified, while from n-hexane fraction of Ebony wood and insoluble fraction of Torem wood were five compounds and three compounds, respectively.

Berita selengkapnya boleh dibaca ke sumber langsung.

Sumber : www.i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=4706

ANTI RAYAP TUNTAS KLIK DI SINI

 

Antirayap Dari Kulit Biji Saga

Penemuan obat antirayap alami di temukan kembali. Antirayap ini dihasilkan dari ekstrak kulit biji Saga. Sifat antirayap ekstrak kulit biji Saga ini selengkapnya di laporkan dalam tulisan berikut :

The wood was easy degradated by termites so old age wood become decreased. Controlling of termites could done by used preservative plants by the nature of saga seed husk (Adenanthera pavonina L). This research aimed to know saga seed husk extract rate and percentage of heavy degradation of test example, level toxic of shallot husk extract based on value of mortality and termites consumption level value. Research done by extracting sample with methanol and partitioned with n-Hexane. Concentrated extract 2%, 4%, and 6% was used the toxicity test of the termite Coptotermes curvignathus.

The Results showed that saga seed husk extract content is 15.82%. Mortality of termite baiting with 6% concentration was happened in the day of 5 respectively, mortality in 2% and 4% was happened in the day 6 while the control concentration was happened in the day of 12. There was tendency of saga seed husk extract concentration excelsior hence progressively /repository.usu.ac.id/handle/123456789/33603lower the percentage lost weight of cellulose paper and rate of consumption of termites.

The percentage lost weight of cellulose paper about 3,88%–11,04%, mortality rate on different concentration reach 100 % and rate of consumption of termite is 0,26–0,73mg. Thereby concentration 6% was better evaluated from mortality, the percentage lost weight of cellulose paper and rate of consumption of termites.

sumber :  www.repository.usu.ac.id/handle/123456789/33603

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP DAN OBAT BASMI RAYAP KILK DI SINI

Obat Anti Rayap dari Limbah Briket

Obat anti rayap dari limbah ditemukan lagi.  Kali ini limbah briket yang diolah jadi obat anti rayap. Selanjutnya mungkin akan bermunculan obat anti rayap dari limbah lain. Berikut kami ambil cuplikan dari sumbernya :

Anti Rayap) : Asap-cair merupakan bahan cair yang dihasilkan dari pembakaran terkontrol kayu-kayuan atau bagian tanaman lainnya bersifat antimikrobial. Asap diartikan sebagai suatu suspensi partikel-partikel padat dan cair dalam medium gas. Produksi asap cair merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna yang melibatkan reaksi dekomposisi karena pengaruh panas, polimerisasi, dan kondensasi. Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional asap cair, diantaranya adalah sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur.

Anti Rayap berasal dari Asap Cair yang telah didistilasi selama 4 jam. Kemudian melakukan uji keefektivan pada hasil distilasi (mula-mula, destilat dan bottom produk). Kesimpulan dari inovasi produk yang telah dilakukan adalah Komponen asap cair yang berperan sebagai anti rayap yaitu fenol dan formaldehid yang bersifat antioksidan. Pada uji analisa anti rayap variabel suhu 3000C lebih efektif melindungi kayu dari rayap dibandingkan suhu 4000C. Asap cair dapat digunakan untuk melindungi kayu dari rayap dengan berbagai perlakuan (mula-mula, destilat dan bottom product).

Berita selengkapnya silahkan baca di sumber : www.digilib.its.ac.id/ITS-Nondegree-3100010041106/13715

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI

Obat Anti Rayap dari Limbah Kulit Udang

Obat Anti Rayap dari berbagai limbah ditemukan. Penemuan Obat Anti Rayap kali ini berasal dari limbah kulit udang. Peneliti Obat Anti Rayap ini dilakukan oleh seorang mahasiswa Undip. Kami sajikan sebagian tulisannya sebagai berikut :

Anti Rayap) : Rayap merupakan serangga akrab dengan kehidupan manusia. Namun, rayap selalu diidentikan sebagai hama perusak bangunan, perumahan, buku, tanaman, dan sebagainya. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangan rayap perusak adalah chitosan.

Anti Rayap) : Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh mortalitas rayap dan kehilangan berat umpan (Kayu) terhadap: pH; konsentrasi asam asetat; konsentrasi chitosan, mengetahui kondisi operasi optimum, dan mengetahui gejala serangan chitosan terhadap rayap Macrotermes gilvus Hagen. Metode pelaksanaan percobaannya melalui tiga tahap proses yaitu tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi.

Anti Rayap) : Pada penelitian ini menggunakan limbah kulit udang yang mengandung chitin yang akan dihilangkan gugus asetilnya agar menjadi chitosan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum pada pH 6, konsentrasi asam asetat 2%, konsentrasi chitosan 5%, dengan derajat deasetilasi (%DD) 80,4%. Proses dilanjutkan dengan pengumpanan pada kayu yang diserang oleh rayap lalu dilakukan pengamatan setiap satu minggu selama dua bulan. kemudian dilakukan analisa secara kuantitatif. Analisa kuantitatif yang dilakukan adalah pengamatan berat kayu sebelum dan sesudah pengumpanan serta mortalitas rayap setelah diberi perlakuan oleh biotermitisida.

Anti Rayap) : Berat kayu sebelum pengumpanan adalah 200 gram dan setelah pengumpanan berat kayu hanya berkurang 18,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa biotermitisida dari chitosan efektif digunakan sebagai anti rayap, dan menggantikan termitisida konvensional.

Nah.. selanjutnya silahkan baca selengkapnya di sumber : www.eprints.undip.ac.id

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI

 

Anti Rayap dihasilkan dari PENGOLAHAN LIMBAH Bungkil Jarak

Terobosan baru lagi, anti rayap bisa dihasilkan dari pengolahan limbah. Inovasi anti rayap ini dihasilkan dari limbah bungkil jarak. Yuk, kita Simak penemuan anti rayap dari limbah : BOGOR (Lampost): Sebuah riset menemukan bahwa limbah sisa pengolahan minyak tanaman jarak (Jatropha curcas L) bermanfaat sebagai antirayap.

(Anti Rayap) : Riset dilakukan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Reza Ramadhan, belum lama ini.

(Anti Rayap) : Penelitian difokuskan pada sisa pengolahan minyak jarak yaitu bungkil jarak. Menurut Reza Ramadhan, rayap merupakan salah satu faktor perusak bangunan, komponen kayu dalam rumah, buku, arsip, dokumentasi, serta beberapa jenis tanaman pertanian atau perkebunan.

(Anti Rayap) : Rayap adalah sekelompok serangga yang memiliki kemampuan mencerna selulosa, yaitu produk alam yang banyak terdapat pada kayu, daun, batang, kertas, dan karton.

(Anti Rayap) : Untuk mengatasi serangan rayap, manusia berupaya melakukan pengendalian, tapi sebagian besar pengendalian rayap didominasi penggunaan bahan kimia (termitisida).

(Anti Rayap) : Pemilihan bungkil jarak berdasarkan hasil penelitian bahwa bungkil yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak jarak mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tapi juga mengandung racun yang cukup kuat. Racun tersebut dapat dalam bentuk risin atau risimin alkaloid.

(Anti Rayap) : Risin dan risimin alkaloid termasuk ke dalam senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis terhadap organisme lain atau pada organisme yang menghasilkan senyawa tersebut. Senyawa bioaktif hampir selalu toksis pada dosis tinggi.

Artinya, tanaman jarak yang selama ini dimanfaatkan bijinya untuk menghasilkan minyak jarak dan bioetanol, maka ampas atau bungkil biji jarak pun bisa dimanfaatkan sebagai antirayap.

sumber: Lmpungpost.com/index.php/agrobisnis/19428

Kertas Anti Rayap di Temukan Siswa SMA

Sukses siswa SMA temukan kertas Anti Rayap. Kertas Anti Rayap ini merupakan terobosan baru buat anda yang Anti Rayap. Berikut berita tentang kertas Anti Rayap yang mereka temukan : Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah berhasil membuat kertas yang tahan rayap. Penemuan mereka ini berhasil memenangkan juara kedua Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 43 tahun 2011, yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Penemuan ini, menurut Marwah, terpacu oleh sebuah pengalaman yang kurang menyenangkan. Suatu hari, dia menemukan akta kelahiran kakaknya ternyata telah rusak dimakan rayap.

“Karena di tempat kami kertas yang dimakan rayap merupakan hal lumrah, kami mencari tahu bagaimana supaya kertas tidak dimakan rayap,” imbuh Efa, di acara penyambutan delegasi Internasional Science and Engineering Fair (ISEF) 2012, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

(Anti Rayap) : Berangkat dari situ, mereka mendengar ada LKIR dari LIPI dan turut serta dalam ajang tersebut. Kemudian mereka menggali lebih dalam cara membuat kertas anti rayap melalui informasi dari berbagai literatur, internet serta pembimbing mereka dalam ajang LKIR. Mereka pun menemukan bahwa ekstrak daun sirsak bisa digunakan untuk membuat kertas anti rayap.

(Anti Rayap) : Selain menggunakan ekstrak daun sirsak, mereka juga memilih sisa-sisa jerami padi sebagai bahan pembuatan kertas. Alasannya, di daerah tempat tinggal mereka, di Malingping, masih banyak jerami padi yang bisa dimanfaatkan.

(Anti Rayap) : Ekstrak daun sirsak mereka dipilih karena bisa berfungsi sebagai insektisida alami yang aman bagi organisme bukan sasaran dan tidak merusak lingkungan. Ini bisa menggantikan timbal merah yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam pembuatan kertas. Timbal merah ini cenderung beracun dan berbahaya bagi tubuh manusia.Selain memenangkan LKIR LIPI, Efa dan Marwah pun berhasil ditunjuk menjadi peserta ISEF 2012 yang diselenggarakan Intel.

(Anti Rayap) : Mereka tidak berhasil menggondol gelar juara dari ajang internasional tersebut, namun bersama dua delegasi lain berhasil lolos seleksi untuk tampil di sana. Delegasi tersebut adalah Muhammad Luthfi Nurfakhri yang membuat Digital Leaf Color Chart, kemudian Aulia Azka Januarika, Anas Mufid Nurrochman dan Amelia Nugrahaningru yang membuat konsep Volcanic Mudflow Breaker DAM.

sumber: www.ceritamu.com

Anti Rayap Alami dari Tanaman Indonesia

Solusi Antirayap secara alami telah ditemukan.  Obat Antirayap alami ini terbuat dari tanaman di Indonesia lho…berikut laporannya : Pengendalian rayap selama ini dilakukan dengan bahan kimia. Pembasmiannya juga fokus pada perlakuan kayu. Akibatnya, pembasmian rayap kadang mengorbankan serangga lain serta merugikan manusia.

(Anti Rayap) : Peneliti dari Balai Litbang Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Sulaeman Yusuf, mengembangkan bahan antirayap alami, ramah lingkungan dan selektif untuk memperbaiki cara pengendalian rayap.

“Bahan ini membasmi khusus rayap, tidak serangga lain. Selama ini dalam pengawetan kayu, kayunya yang diawetkan. Sekarang, serangganya yang kita kendalikan,” papar Sulaeman.

(Anti Rayap) : Menurut Sulaeman, antirayap yang selektif diperlukan untuk memperkecil efek lingkungan pendendalian rayap. Di samping itu, hanya beberapa jenis rayap saja yang sebenarnya merusak kayu dan bangunan.

(Anti Rayap) : Tercatat, jenis rayap yang merusak bangunan adalah Coptotermes gestroi, C. curvignatus, Schedorhitotermes javanicus, Macrotermes gilvus, Microtermes spp. dan Cryptotermes cynocephalus.

(Anti Rayap) ; Diantara beberapa spesies yang ditemukan di Indonesia, hanya 2 spesies yang menyerang bangunan, yakni Coptotermes gestroi dan C curvignathus. Jenis C. gestroi adalah yang paling ganas.

Untuk mengembangkan bahan antirayap selektif, Sulaeman mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia. Beberapa jenis tanaman dan jamur sudah ditelitinya.

Antirayap alami dipilih karena juga dipandang lebih ramah lingkungan. Bahan kimia antirayap tertentu, seperti aldrin dan chlordan, merugikan kesehatan dan bersifat karsonogenik.

Eksplorasi Sulaeman menunjukkan bahwa alam Indonesia ternyata menyimpan bahan antirayap alami. dari puluhan jenis yang diteliti, ada lima  jenis yang efektif mengendalikan rayap.

(Anti RAyap) : Lima jenis tanaman tersebut adalah Bintaro (Carberra adollum dan Carbera manghas), Kecubung (Brugmansia candida), Antiaris toxicaria, Azadirachta nimba atau nimba dan tembakau (Nicotiana tabaccum).

(Anti Rayap) : Bahan aktif yang membunuh rayap pada jenis tumbuhan tersebut adalah Azadirachtin pada nimba, Eugenol pada cengkeh, Certerin pada Bintaro dan nikotin pada tembakau. Bahan itu merusak kulit dan lambung rayap.

“Kita akan cari lagi bahan aktifnya sehingga nanti bisa diproduksi,” kata Sulaeman yang baru saja dilantik sebagai profesor riset bidang biomaterial pada rabu (18/4/2012).

Menurut Sulaeman, bahan antirayap alami potensial untuk diproduksi. Apalagi, bahan alaminya sendiri tersedia melimpah di alam. “Misalnya bintaro, banyak sekali di pinggir jalan,” ujar Sulaeman.

“Nantinya kita mungkin bisa memproduksi pestisida alami yang bebas dalam bentuk spray, seperti obat nyamuk, untuk mengendalikan rayap,” pungkas Sulaeman.

Sumber : Kompas.com (ditulis : Yunanto Wiji Utomo)

SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP DAN BASMI RAYAP KLIK DI SINI

 

 

Giat kembangkan technologi Antirayap

Giat kembangkan technologi Antirayap seorang prof yang bernama Dr.Ir. H. Dodi Nandika. MS, Pria kelahiran Rangkasbitung (Banten) 49 tahun silam yang dikenal sebagai ahli rayap. Dosen IPB sejak 25 tahun yang lalu menjadi peneliti rayap. Ia mengungkapkan, ada 200 jenis rayap di Indonesia dan lima persen diantaranya menjadi musuh manusia. Bangunan sekokoh apa pun bisa lapuk gara-gara rayap. Namun, ancaman itu bisa dicegah dengan antirayap. Selain merugikan, ternyata banyak jenis rayap yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bisa diceritakan seperti apa, sih, ciri-ciri binatang rayap?

(Anti Rayap) : Rayap termasuk jenis serangga yang besar tubuhnya cuma sekitar 3 mm. Selain lunak, jalannya sangat lambat. Namun, rayap termasuk binatang purba karena sudah ada sejak 200 juta tahun silam, atau lebih tua dari manusia. Rayap sendiri memiliki tiga kelompok. Yaitu rayap kayu kering, rayap pohon, dan rayap tanah. Pada musim tertentu, rayap menjadi laron dan beterbangan di bawah sinar lampu secara berpasang-pasangan. Setelah melepas sayapnya, pasangan rayap itu melakukan perkawinan dan mencari lokasi untuk membuat koloni.

Bisakah diketahui berapa banyak rayap yang mendiami suatu wilayah?

(Anti Rayap) : Dengan teknologi penandaan (marking), dapat diketahui sebaran dan kecepatan serangan rayap pada satu wilayah. Hasil penelitian kami di daerah kampus IPB Darmaga, misalnya, untuk luas wilayah 295 meter persegi saja, populasi rayap mencapai 610 ribu. Namun, di Jakarta bisa mencapai 1,7 juta! Sedang jarak jelajah maksimal 118 meter.

Berapa banyak kayu yang dibutuhkan setiap rayap perhari?

(Anti Rayap) : Berat tubuh rayap sekitar 2,5 miligram. Sedangkan satu ekor rayap memerlukan makanan sekitar 0,24 miligram setiap hari. Sekarang tinggal menghitung saja, berapa kilogram kayu yang diperlukan satu koloni rayap per hari.

Kalau begitu sangat besar kerugian yang ditimbulkan?

(Anti Rayap) : Taksiran kami, kerugian akibat rayap pada tahun 1998 hanya untuk bangunan rumah tinggal mencapai 1,6 trilyun. Itu pun yang dihitung hanya kayu. Belum termasuk tenaga kerja dan ongkos untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkan.

Apakah rayap hanya memakan kayu?

(Anti Rayap) : Memang makanan pokok rayap adalah kayu. Dari 4000 jenis kayu yang ada di Indonesia, hanya sekitar 10 persen yang tahan terhadap rayap. Misalnya kayu ulin, merbau, sengon laut, kayu laut. Kayu jati termasuk tahan rayap, tapi tidak sebaik kayu ulin. Sayangnya, kayu-kayu yang tahan rayap ini selain langka juga mahal harganya. Itu sebabnya, yang paling menderita oleh serangan rayap adalah masyarakat menengah ke bawah.

Kenapa kayu tersebut tahan rayap?

(Anti Rayap) : Karena dalam kayu-kayu tersebut memiliki zat ekstraktif yang bersifat racun bagi jamur dan rayap. Sebetulnya semua kayu memiliki zat tersebut. Hanya saja, zat itu bisa habis tercuci oleh bahan pelarut umum. Misalnya, air hujan, metanol, air panas, air dingin, alkohol dan sebagainya.

Apakah kita bisa terbebas dari rayap?

(Anti Rayap) : Tidak. Sebaliknya, jumlah rayap justru akan semakin bertambah. Pasalnya, pertambahan jumlah penduduk akan mengakibatkan jumlah rumah meningkat. Akibatnya, semakin banyak pula hutan yang dibuka untuk pemukiman. Padahal, hutan adalah habitat asli rayap. Karena tidak ada ranting sebagai bahan makanan, maka kusen pintu, jendela, sampai perabot rumah jadi sasaran.

Kalau begitu bagaimana cara melindungi kayu rumah dari serangan rayap?

(Anti Rayap) : Ada dua cara. Pertama, dinamakan perlakuan pra konstruksi. Yaitu ketika menggali lubang pondasi untuk membangun rumah, seluruh lubang beserta areal calon bawah lantai tersebut disemprot dengan cairan anti rayap. Kedua, disebut perlakuan pasca konstruksi. Artinya tindakan untuk rumah yang sudah diserang rayap. Dengan menggunakan bor beton, kita membuat lubang-lubang berjarak 40 – 50 cm di sekitar dinding luar dan dalam rumah. Selanjutnya, menggunakan injektor berisi cairan kimia, lubang tadi disemprot masing-masing 2 – 3 liter tiap lubang. Ibaratnya, rumah telah dilindungi anti rayap dengan selimut kimia.

Dari kedua cara tadi mana yang lebih baik?

(Anti Rayap) : Pengalaman menunjukkan, cara pra konstruksi memberikan hasil yang lebih baik. Cara kedua masih memberikan peluang 10 – 20 persen masuknya rayap ke dalam rumah. Mungkin saja masih ada bongkahan batu di bawah rumah yang mengganjal aliran cairan kimia tadi. Sehingga dari celah itu masih memungkinkan rayap masuk.

Bahan kimia apa yang digunakan?

(Anti Rayap) : Bermacam-macam bahannya. Salah satu bahan aktifnya adalah termetrin. Sedang daya tahannya biasanya berkisar antara 5 – 8 tahun. Selanjutnya perlu diinjeksi lagi. Namun begitu, kita perlu mengadakan pemeriksaan terhadap rayap enam bulan sekali. Sehingga kalau ada serangan dapat terpantau sejak awal. Misalnya, tetesan air di rumah yang mengenai tiang kayu. Kalau tidak terpantau kayu akan menjamur. Bau jamur inilah yang mengundang datangnya rayap.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menahan serangan rayap?

(Anti Rayap) : Rata-rata Rp 65 ribu per meter persegi. Memang relatif mahal mengingat bahan dan peralatannya masih impor. Sebenarnya, bahan-bahan tersebut nomor dua. Yang paling penting justru disain rumah harus bagus. Artinya bagus rancang bangunnya, pencahayaan, ventilasi, tidak lembap, juga tidak ada retakan pada pondasi maupun lantai. Serta dimana lokasi bangunan itu berada.

Kabarnya Anda juga tengah giat mengembangkan teknologi antirayap yang baru?

(Anti Rayap) : Benar. Namanya teknologi umpan rayap. Konsepnya bukan lagi meracuni rayap, tapi justru memberi makan. Caranya rayap diberi umpan berupa kertas atau bahan lain yang sudah diperkaya dengan semacam enzim yang mengandung hexafumuron. Fungsinya menghambat pembentukan kulit luar. Umpan ini diberikan terus menerus sampai semua rayap di koloni memakan umpan tadi. Akibatnya kulit baru yang terbentuk tidak bisa mengeras, malah retak. Akibatnya dia gagal membentuk kulit. Dalam 2 – 3 bulan, satu koloni itu akan mati.

Bila sampai musnah apakah justru tidak merusak ekosistem?

(Anti Rayap) : Memang benar. Makanya cara ini menjadi senjata akhir yang tidak akan digunakan semena-mena. Paling-paling digunakan untuk menjaga bangunan museum yang menyimpan benda-benda yang bernilai tinggi saja.

Oh ya, apakah semua tindakan di atas bisa dilakukan sendiri?

(Anti Rayap) : Pada prinsipnya siapa pun bisa melakukan. Hanya saja, semua bahan tadi, kan, beracun. Tidak semua orang mengerti bagaimana cara menggunakannya dengan aman. Idealnya dilakukan oleh profesional yang bersertifikat.

Adakah cara alamiah menghindari rayap?

(Anti Rayap) : Sebetulnya banyak pengetahuan konvensional dari orang tua. Namun, sekarang tak digunakan lagi karena dianggap tidak praktis. Misalnya dengan membuat lempengan aluminium dengan sudut tertentu. Lalu lempengan itu ditempatkan di bawah kusen. Dengan begitu, rayap tidak dapat lewat karena ciri rayap tidak suka jalan dengan tubuh terbalik.

Cara lainnya dengan menaburkan kapur gunung di areal tanah sebelum didirikan pondasi rumah. Dengan begitu tingkat keasaman tanah meningkat. Akibatnya, rayap tidak betah tinggal di sana. Atau bisa juga dengan merendam kayu yang akan dipakai untuk membangun rumah selama 4 ­ 6 bulan. Tujuannya untuk melarutkan zat-zat di dalam kayu yang dapat menarik minat rayap.

Menurut Anda sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap rayap?

(Anti Rayap) : Saya amati lima tahun belakangan ada gejala positif dalam masyarakat. Mereka berusaha melindungi bangunan dari gangguan rayap. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah perusahaan pengendalian hama. Bila semula jumlahnya hanya belasan, sekarang sudah ada ratusan. Karena produk bahan kimianya laku, maka jasa pengendalian rayap demikian juga.

Selain merugikan, apakah rayap juga bisa menguntungkan bagi kehidupan manusia?

(Anti Rayap) :  Dari 2500 jenis rayap di dunia, 200 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. 95 persen yang ada di Indonesia tadi justru sangat bersahabat dengan manusia. Mereka ini adalah jenis rayap yang makanannya kayu lapuk. Pohon-pohon yang sudah mati ini dimakan rayap. Lalu diubah menjadi zat hara tanah yang dapat menyuburkan. Bayangkan, kalau tidak ada rayap, tunggul kayu akan tetap menjadi tunggul. Begitu juga daun tidak bisa membusuk. Tanah menjadi miskin unsur hara karena tidak ada yang kembali ke tanah.

(Anti Rayap) : Karena rayap bisa menyuburkan lahan, maka rayap dapat dijadikan patokan kesuburan lahan. Artinya dari sebaran rayap di sebuah areal itu menggambarkan kesuburan lahan di tempat tersebut. Sedangkan lima persen rayap yang ada di Indonesia menjadi musuh manusia. Yaitu jenis Cryptotermes curvidnathas, Schedorhinotermes Javanica, Macrotermes gilvus, Cryptotermes cynocepha, dan Microtermes inspiparis. Jenis inilah yang banyak merusak bangunan dan isinya.

Apa hobi Anda di luar pekerjaan?

Hampir enggak ada. Hobi saya hanya membaca. Maka itu, uang saya habis untuk membeli buku.

Selain mengajar, apa kegiatan Anda?

Saya terlibat dalam dewan pakar Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten.

@Sumber : Nova online

KONSULTASI MASALAH RAYAP HOTLINE :

S U N A R T O

WA 0817849366, HP 085101564566 (telkomsel)

Tlp/Fax : 021-59407920